Latest Entries »

Contoh Skripsi Seni Rupa

Contoh Skripsi Seni Rupa

Contoh Skripsi Origami

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang Masalah

Seni pada dasarnya adalah suatu bahasa komunikasi yang disampaikan melalui suatu media. Seniman sebagai sumber komunikasi, sedangkan karya seni sebagai media komunikasi dan pengamat atau masyarakat sebagai penerima. Oleh karena itu, suatu karya seni memiliki beberapa fungsi, bukan saja bersifat pribadi tetapi juga bersifat sosial. Herbert Read dalam bukunya yang berjudul The Meaning of Art, menyebutkan bahwa

seni merupakan usaha manusia untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang menyenangkan dalam arti bentuk yang dapat membingkai perasaan keindahan dan perasaan keindahan itu dapat terpuaskan apabila dapat menangkap harmoni atau satu kesatuan dari bentuk yang disajikan (Darsono, 2004,: 2).

 

Seni rupa berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi dua cabang, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Seni rupa murni adalah seni yang lebih mengutamakan kepuasan ekspresi pribadi seniman, karya seni rupa yang dibuat sebagai hasil ekspresi untuk dinikmati keindahannya. Seni rupa terapan atau disebut juga kriya adalah seni yang lebih menitik beratkan pada nilai guna atau fungsi agar bermanfaat bagi kebutuhan manusia namun tetap memiliki nilai estetik.

Seni rupa murni adalah seni yang hanya dapat dinikmati keindahannya tanpa melihat fungsi, contoh dari seni murni diantaranya seni lukis, seni patung, grafis, fotografi. Sedangkan seni rupa terapan atau kriya adalah seni yang lebih mengutamakan fungsi namun tetap memperhatikan keindahan benda tersebut, contohnya anyam, keramik, batik, tekstil, reklame, ukir kayu dan seni melipat kertas (origami).

Seni murni adalah seni yang dikembangkan untuk dinikmati keindahannya. Estetika bentuk merupakan faktor utama dibandingkan fungsi dari benda itu sendiri, karya seni murni lebih banyak dimanfaatkan sebagai barang pajangan atau koleksi. Proses pembuatannya yang dikerjakan secara satuan menjadi nilai jual untuk karya seni murni. Karya seni murni biasanya dibuat dalam jumlah satuan, sehingga menjadi gengsi tersendiri bagi para kolektor untuk memilikinya. Sebagai contoh karya seni murni diantaranya Lukisan, Kaligrafi, dan Patung.

Seni rupa terapan (kriya) diciptakan untuk mendukung kehidupan manusia, dalam mempermudah kehidupan manusia, senirupa terapan dibuatl dengan mengutamakan fungsi dibanding faktor estetika. Beragam benda kriya dibuat untuk membantu mempermudah pekerjaan manusia, mulai dari kendi, cangkir, teko, gelas, baju, sepatu, dan barang lainnya. keindahan bukanlah faktor penting dalam pembuatannya, meskipun sekarang ini sudah banyak hasil seni terapan yang juga selain mengutamakan fungsi juga memperhatikan faktor estetika. Seiring perkembangan jaman, benda kriya mulai banyak dijadikan sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya, namun tetap tergolong sebagai benda kriya dilihat dari segi proses pembuatan contohnya origami.

Origami adalah seni melipat kertas dari Jepang, Yang berasal dari kata Ori (melipat) dan Kami (Kertas), Sebetulnya Origami sudah dikenal di Cina sejak 100 tahun sebelum masehi, namun sejak tahun 600M berkembang pesat di Jepang (Megawangi, Ratna, dkk, 2011:1)

 

Sejak tahun 1950-an origami sudah menyebar luas keseluruh dunia termasuk Indonesia, perkembangan teknologi informasi yang semakin maju, mempermudah pertukaran ilmu antar setiap individu di berbagai belahan dunia. Dampak positif dari kemajuan teknologi itu adalah mudahnya bertukar informasi, sosial media menjadi wadah bertukar informasi antar individu. Kemudahan berkomunikasi itu menjadi wadah bagi individu-individu kreatif untuk membentuk suatu komunitas sesama penggiat. Origami menjadi salah satu hobi yang diminati oleh banyak orang tidak terlepas dari para pengguna internet. Pertukaran informasi terjadi antar penggiat origami diberbagai belahan dunia. Akibat dari terkumpulnya para penggiat origami itu banyak didirikan origanisasi penggiat origami dan terus berkembang sampai sekarang.

Indonesia dengan segala keragaman dan masyarakatnya yang kreatif ikut terdorong dengan kemajuan teknologi yang semakin mudah, berkumpulnya masyarakat Indonesia yang meminati origami diseluruh dunia menjadi pintu gerbang kemajuan seni melipat kertas asal negeri Jepang ini di Indonesia. Keudahan dan manfaat yang bisa didapat dari Seni melipat kertas ini menjadi salah satu pendorong mudah diterimanya origami dikalangan masyarakat Indonesia.

Dari selembar kertas kita dapat membuat berbagai macam bentuk tiruan benda yang ada dialam maupun tumbuhan dan binatang. Bentuk-bentuk itu mulai dari bunga sampai hewan yang dibuat dengan menggunakan media selembar kertas saja, adapun bentuk-bentuk lainnya seperti robot atau bentuk karakter animasi lain juga dapat dibentuk dengan origami.

Origami selain sebagai seni melipat yang biasa diajarkan di Taman Kanak-kanak (TK), ternyata memiliki berbagai fungsi dan keunikan sehingga membentuk karakter masyarakat Jepang seperti sekarang. Diantaranya dengan media origami kita dapat melatih kerapihan, keterampilan, motorik halus, kedisiplinan, daya ingat, daya imajinasi, dan kesabaran terutama pada anak-anak yang memasuki masa keemasan perkembangan otak.

Origami terbagi dalam dua jenis, origami tradisional dan origami kontemporer (modern). Origami tradisional adalah origami yang sudah ada sejak jaman dulu dan sudah banyak dikenal masyarakat luas dan tidak diketahui lagi siapa pembuatnya, selain itu memiliki ciri jenis lipatan yang cenderung lebih sederhana. Origami kontemporer atau biasa disebut origami modern merupakan perkembangan dari bentuk-bentuk dan lipatan origami tradisional namun memiliki lebih banyak lipatan dan biasanya memiliki bentuk mendekati objek aslinya, namun ada juga origami modern yang memiliki lipatan yang simple. Origami kontemporer biasanya dapat diketahui siapa pembuatnya. Contoh karya origami tradisional yang biasa dibuat dalam bentuk benda adalah origami Bangau (Crane), Pesawat, Camera, Kodok, Gelas dll. Sedangkan contoh karya origami kontemporer diantaranya origami Naga Terbang 3 dimensi, Ikan 3 dimensi, Dinosaurus, Bunga Mawar dan masih banyak bentuk lainnya dengan detail yang menyerupai bentuk aslinya.

Bandung yang terkenal sebagai kota kreatif akan hasil karya kriyanya memiliki banyak industri kreatif yang sudah tersentralisasi seperti pusat industri sepatu cibaduyut  dan pusat industri kaos oblong surapati. Selain itu ada salah satu sanggar di Bandung yang anggotanya merupakan para penggiat origami yang tergabung dalam Sanggar Origami Maya Hirai yang berada dibawah naungan Yayasan Origami Indonesia.

Maya Hirai School of Origami (MHSO) merupakan sanggar origami pertama di Indonesia yang fokus pada pembelajaran dan pengembangan origami. Berdiri sejak tahun 2009, beralamat di komplek Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat jalan Diponogoro kota Bandung. Kegiatan yang dilakukan oleh Sanggar Origami Maya Hirai diantaranya mengadakan pameran, workshop, pembelajaran kelas, maupun privat. Selain itu Sanggar Origami Maya Hirai juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) bersama-sama dengan Komunitas Origami Indonesia (KOI) diantaranya Rangkaian Origami Bangau (Crane) Terbayak (110.311 buah), Workshop origami Shinkansen dengan peserta terbanyak (5000 peserta), juga sering mendapat pesanan pembuatan origami untuk dekorasi ataupun souvenir acara.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk karya tulis skripsi dengan judul penelitian: ORIGAMI MAYA HIRAI (Kajian Proses Pembelajaran dan Kreativitas Origami di Sanggar Origami Maya Hirai Bandung).

  1. Perumusan dan Pembatasan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis membuat perumusan masalah dan beberapa pertanyaan untuk memudahkan penelitian yang akan dilakukan, yaitu:

  1. Bagaimana perencanaan pembelajaran Origami di Maya Hirai School of Origami?
  2. Bagaimana metode pembelajaran Origami di Maya Hirai School of Origami?
  3. Apa saja kreativitas bentuk yang dikembangkan Maya Hirai School of Origami?

 

  1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Diperoleh rancangan rencana pembelajaran origami di Maya Hirai School of Origami.
  2. Untuk mengetahui lebih dalam proses pembelajaran origami di Maya Hirai School of Origami.
  3. Untuk mengetahui kreatifitas bentuk apa saja yang dikembangkan di Maya Hirai School of Origami.

 

  1. Manfaat Penelitian

Penelitian mengenai Maya Hirai School of Origami ini diharapkan membawa manfaat besar terhadap penulis, masyarakat, lembaga pendidikan, dan juga dunia pendidikan seni rupa.

  1. Bagi penulis

Melalui penelitian ini diharapkan penulis dapat menambah wawasan, pengalaman, serta sumbangan informasi mengenai pembelajaran origami, sebagai kegiaan yang dapat mengasah kreatifitas. Khususnya di kota Bandung.

  1. Manfaat bagi Masyarakat

Kegiatan pembelajaran origami di MHSO dapat diketahui oleh generasi muda dan para penikmat seni khususnya dibidang origami. Masyarakat memiliki gambaran secara umum mengenai origami sebagai sebuah kegiatan kreatif di kota Bandung.

 

  1. Manfaat bagi lembaga pendidikan
  2. Formal

Dari hasil penelitian ini dapat dijadikan pembelajaran pada mata pelajaran seni di sekolah maupun diperkuliahan yang terakait dengan origami

  1. Nonformal

Melalui penelitian ini diharapkan memiliki gambaran umum mengenai kegiatan pembelajaran kesenirupaan yang menitik beratkan pada pengembangan kreatifitas.

  1. Manfaat bagi dunia pendidikan seni rupa

Sebagai bahan tambahan referensi dan dapat diuji cobakan  untuk perkembangan ilmu pngetahuan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa UPI, khususnya pada bidang kriya dan desain. Serta dapat dijadikan bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.

 

  1. Metode Penelitian

Pendekatan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan observasi lansung dilapangan. Karena objek yang akan diteliti adalah sebuah lembaga pendidikan nonformal berbasis sanggar. Penelitian yang akan dilakukan meliputi studi literasi dan studi lapangan dengan metode observasi lapangan. Seperti yang diungkapkan Burhan (Destinia, A.P. 2011:9)

‘Untuk memudahkan dalam memecahkan masalah berdasarkan jenis data yang diinginkan, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh melalui studi literasi, observasi, dan mengutamakan data lansung berupa hasil wawancara, survey lapangan, dokumentasi tertulis dan data visual’.

 

Metode kualitatif dipilih peneliti karena penelitian ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aspek historis, kurikulum pengajaran, metode pengajaran, hasil pengajaran, peranan dan berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh sanggar Origami Maya Hirai dalam memasyarakatkan origami di Indonesia.

  1. Pengumpulan Data
  2. Teknik Pengumpulan Data

Model analisis yang dipakai adalah teknik analisis deskriptif. Karena sasaran fenomena penelitian yang terus berlansung. Kegiatan menganalisis data dilakukan sejak awal sampai akhir pelaksanaan penelitian. Teknik ini digunakan untuk mengurai unsur-unsur yang terdapat dalam penyelenggaraan kursus origami di Sanggar Origami Maya Hirai. Melihat pentingnya dari teknik  pengumpulan data, teknik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

  1. Observasi

Teknik observasi merupakan pengamatan langsung ke lapangan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan secara utuh dan (valid). Pengamatan langsung ke lokasi penelitian menjadi bagian terpenting untuk mengetahui lebih jauh tentang proses kreativitas seni origami di sanggar Origami Maya Hirai kota Bandung, penulis melakukan observasi terhadap semua aspek yang terdapat di sanggar tersebut.

  1. Wawancara

Teknik wawancara dengan sejumlah pihak yang dianggap sebagai nara sumber dari materi-materi yang dibutuhkan dalam penelitian. Nara sumber tersebut di antaranya para penggiat origami di kota Bandung yang memiliki kontribusi besar bagi perkembangan kreatifitas origami di Indonesia, khususnya Kota Bandung.

  1. Studi Pustaka dan Studi Dokumentasi

Untuk memperkuat wawasan keilmuan secara teoritis, penulis melakukan studi pustaka dengan membaca buku-buku yang relevan dengan aspek yang akan diteliti. Studi dokumentasi menunjang pemahaman peneliti terhadap kajian materi penelitian supaya lebih baik. Data dokumentasi tersebut meliputi sejumlah referensi buku, dan dokumentasi foto dan video yang terkait dengan aspek yang diteliti.

 

  1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Sanggar Origami Maya Hirai Jl. Diponogoro 63, Gedung kaca selatan PUSDAI Jawa Barat. Bandung. Tlp.(022)70840375. Lokasi ini merupakan lokasi pindahan dari lokasi sebelumnya yang berada di Jl.Raya Cigadung.

 

  1. Sistematika Penelitian

Adapun cara penyusunan penulis yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan Latar belakang masalah, rumusan masalah dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penjelasan istilah, metode penelitian dan sistematika penulisan yang peneliti lakukan dalam mengurai permasalahan yang diangkat pada penelitian ini.

 

BAB II : LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan menjelaskan landasan teori yang digunakan dan menjadi acuan bagi penulis menganalisis data. Diuraikan pula kutipan dari buku-buku yang relevan berhubungan kursus origami di Sanggar Origami Maya Hirai.

 

BAB III : METODE PENELITIAN

Pada bab ini menjelaskan kegiatan serta cara-cara yang penulis tempuh dalam melaksanakan penelitian guna mendapatkan sumber-sumber dan data yang berhubungan dengan kursus origami di Sanggar Origami Maya Hirai.

 

BAB IV : PEMBAHASAN

Bab ini memaparkan hasil penelitian beserta pembahasannya, mengenai kegiatan pembelajaran, merancang proses pembelajaran dan manfaat dari kegiatan kursus bagi perkembangan kreatifitas peserta di Sanggar Origami Maya Hirai.

 

BAB V : SIMPULAN DAN SARAN

Dalam Bab ini diperoleh simpulan dan rekomendasi dari hasil bahasan beserta kajian berdasarkan data yang diperoleh penulis mengenai kursus origami di Sanggar Origami Maya Hirai. Beberapa rekomendasi diajukan kepada pengajar/ instruktur, instansi terait dan khalayak umum.

Seni Lukis

Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

Sejarah umum seni lukis

Zaman prasejarah

Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna. Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.

Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar).

Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan objek-objek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari objek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap objeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam objek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

Seni lukis zaman klasik

Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:

  • Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
  • Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),

Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal.

Seni lukis zaman pertengahan

Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas.

Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme. Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan “bagus”.

Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang “benar” dari benda).

Seni lukis zaman Renaissance

Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ilmuwan dan budayawan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang. Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa. Seni rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki. Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.

Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:

  • Tomassi
  • Donatello
  • Leonardo da Vinci
  • Michaelangelo
  • Raphael

Art nouveau

Revolusi Industri di Inggris telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal. Barang-barang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi. Sebagai dampaknya, keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin. Sebagai jawabannya, seniman beralih ke bentuk-bentuk yang tidak mungkin dicapai oleh produksi massal (atau jika bisa, biaya pembuatannya akan menjadi sangat mahal). Lukisan, karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam.

Sejarah seni lukis di Indonesia

Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini.

Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah “kerakyatan”. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.

Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.

Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.

Aliran seni lukis

Surrealisme

Lukisan aliran surrealisme ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi dan sebenarnya bentuk dari gudang fikiran bawah sadar manusia. Pelukis berusaha untuk membebaskan fikirannya dari bentuk fikiran logis kemudian menuangkan setiap bagian dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali

 Kubisme

Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.

Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.

Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.

Plural painting

Adalah sebuah proses beraktivitas seni melalui semacam meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri kehidupan ke dalam bahasa visual. Bahasa visual yang digunakan berpijak pada konsep PLURAL PAINTING. Artinya, untuk menampilkan idiom-idiom agar relatif bisa mencapai ketepatan dengan apa yang telah tertangkap oleh intuisi mempergunakan idiom-idiom yang bersifat: multi-etnis, multi-teknik, atau multi-style.

 Seni lukis daun

Adalah aliran seni lukis kontemporer, dimana lukisan tersebut menggunakan daun tumbuh-tumbuhan, yang diberi warna atau tanpa pewarna. Seni lukis ini memanfaatkan sampah daun tumbuh-tumbuhan, dimana daun memiliki warna khas dan tidak busuk jika ditangani dengan benar. senidaun.wordpress.com

 Aliran lain

Abstraksi

Adalah usaha untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Teknik abstraksi yang berkembang pesat seiring merebaknya seni kontemporer saat ini berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya. Abstraksi disebut juga sebagai salah satu aliran yang terdapat di dalam seni lukis.

Pelukis terkenal Indonesia

  • Affandi
  • Agus Djaya
  • Bagong Kussudiardja
  • Barli Sasmitawinata
  • Basuki Abdullah
  • Djoko Pekik
  • Dullah Suweileh
  • Ferry Gabriel
  • Hendra Gunawan
  • Herry Dim
  • Jeihan
  • Kartika Affandi
  • Lee Man Fong
  • Mario Blanco
  • Otto Djaya
  • Popo Iskandar
  • Raden Saleh
  • S. Sudjojono
  • Srihadi
  • Sri Warso Wahono
  • Trubus
  • Atim Pekok
  • E. Darpo.S

 

Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia

Seni Rupa Terapan

A.Macam Macam seni rupa terapan di Nusantara

1.Seni keramik

seni keramik merupakan salah satu hasil budidaya manusia yang sebelumnya tidak ditemukan di alam bebas .keramik ialah segala macam benda yang berasal dari tanah liat yang dikeraskan memalui pembakaran sehingga menjadi awet .keramik termasuk barang yang sudah sangat tua umurnya sudah sejak dahulu alat – alat dapur seperti periuk,belanga dipakai orang .menurut bahan baku yang digunakan ada tiga jenis keramik , yaitu sebagai berikut .

a.gerabah lunak

Gerabah lunak adalah barang-barang keramik yang terbuat dari satu macam tanah saja . contoh : tempayan , belanga , genteng , dan lain-lain .

b.stoneware

stoneware adalah barang-barang keramik yang dibuat lebih dari satu macam tanah liat dan campuran batuan lain . contohnya keramik seni dan keramik seperti peralatan makan minum .

c.porselen

porselen adalah barang-barang keramik yang terbuat lebih dari satu macam tanah liat dan campuran batuan lain . sifat dari porselen adalah tidak menyerap air , keras, dan tembus cahaya .

keramik-keramik terkenal di indonesia .

a.keramik sanur (bali)

sanur merupakan daerah yang sudah amat dikenal dipulau bali,terutama dengan keindahan pantainya . selain keindahan pantainya sanur juga dikenal kerajinan keramiknya . pertumbuhan seni keramik yang terjadi di bali dimulai sekitar tahun 1970-an .pembuatan keramik sudah menjadi tradisi dan ini merupakan sumber mata pencaharian bagi para perajin gerabah .mereka juga membuat benda-benda dekoratif seperti tegel berlukiskan adegan wayang atau motif-motif mitologi bali.

perkembangan pariwisata yang pesat telah menantang masyarakat seniman dan industri kerajinan bali untuk meningkatkan pelayanan dan produksi dalam jumlah besar . keramik merupakan karya seni terapan yang dapat berfungsi untuk menghias meja makan , hiasan dingding,atau souvenir .

secara umum perlengkapan keramik yang dibuat dengan tangan di suatu sanggar akan sulit bersaing dengan piring cangkir yang dihasilkan di pabrik modern. tertapi keramik yang dibuat dengan putaran dan sentuhan tangan seniman memiliki ciri khas seperti segi artistik,goresan , warna, terstur, dan lain-lain .

b.keramik kasongan ( yogyakarta )

kasongan merupakan suatu wilayah di kabupaten bantul yogyakarta . daerah ini dikenal sebagai sentra kerajinan keramik . pada mulanya sebagian besar penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai pembuat gerabah . hal ini telah terjadi secara turun temurun . namun akhirnya kasongan berkembang menjadi sentra keramik yang dikenal di berbagai daerah . keramik yang dihasilkan dari kasongan berkualitas tinggi dan produk yang dihasilkan beraneka ragam .

keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin seniman sapto hudoyo yang telah berhasil menjadikan tangan perajin menghasilkan keramik modern . perkembangan pariwisata yang baik di yogya membuat keramik kasongan makin di minati .

hampir setiap daerah di wilayah Nusantara memiliki potensi seni keramik selain yogyakarta dan bali tempat lain misalnya klaten ( jawa tengah ), Nusa Tenggara Barat ( NTB), Banjanegara , Malang , dan lain sebagainya . bahkan ada kesamaan beberapa sentra keramik seperti di setiap daerah mengasilkan kendi . kendi merupakan salah satu bentuk keramik berinci khas indonesia .

kendi berasal dari bahasa sanskrit “kundika” yang berarti tempat air . kendi mempunyai badan lonjong,panjang,berleher sempit dengan mulut kecil menyerupai pipa dan ujung corotnya berbentuk oangkir . bentuk seperti ini dapat dilihat pada gambar relief candi Borobudur , Jawa Tengah , dan candi dieng di jawa tengah . kendi di zaman modern ini selain sebagai benda terapan sekarang berfungsi sebagai benda hias keindahan ruang .

benda lain yang memiliki peranan dalam kebudayaan bangsa kita di masa lampau adalah guci . selain berfungsi sebagai penyimpan makanan dan minuman , juga dipakai untuk kegiatan sakral .di kalimantan guci dipakai untuk upacara adat , untuk menyimpan mayat sebelum di kubur ,pesta adat ,dan lain sebagainya . teknik pembuatan guci yang primitif dengan cara membuat pilinan tanah liat yang panjang , lalu ditumpuk dan dihaluskan permukaanya. kemudian ditemukan teknik putar pada kiln,yaitu alat putar dari kayu. segumpal tanah liat siap pakai diletakkan pada sebuah landasan lalu diputar dan dibentuk dengan tangan .

corak hiasan guci juga bermacam-macam terutama nampak hiasan ular naga , yang memiliki keangungan dan kekuasaan . kecuali naga nampak pula hiasan binatang lain seperti rusa,gajah,ikan,dan lain sebagainya . kecuali dihias alam binatang guci-guci juga berhiaskan alam tumbuh-tumbuhan , bunga-bungaan ,daun,delima,bunga krisan yang dihubungkan dengan perlambangan yang baik .

c. keramik plered ( jawa barat )

keramik di jawa barat maju pesat dengan sentra di daerah plered . keramik yang dihasilkan dengan beragam fungsi yaitu keramik pakai dan keramik hias . kerajinan keramik di plered dimulai tahun 1990-an dengan membuat barang-barang perindustrian kerajinan keramik . plered maju pesat dengan hasil keramik yang berkualitas baik dan desain yang bervariasi .

2. kerajinan seni ukir

kerajinan mengukir merupaka seni menghias,hal ini dapat diamati dari berbagai alat-alat keperluan rumah tangga seperti bejana perunggu dari sumatra barat dan madura.kerajinan ukir adalah kegiatan yang dilakukan manusia secara manual dalam membuat sesuatu benda .yang ada ukiranya baik berbentuk flora dan fauna mapupun bentuk lainnya .

perkembangan seni ukir di indonesia menjadi lebih maju setelah masuknya agama hindu dan buddha, yang mencapai puncaknya pada abad ke – 10 . candi-candi hindu selalu dihiasi dengan berbagai ukiran pada batu yang digunakan untuk membangun candi . pola ukuran telah beragam yakni pada geometris , pola flora fauna bahkan juga motif manusia .

pola-pola ukir setiap daerah memiliki perbedaan dan menjadi ciri khas daerah tersebut .

dalam hal ini dikenal motif aceh , motif batak , motif irian jaya, motif minangkabau ,motif jepara , dan lkain sebagainya . teknik mengukir dan peralatan yang digunakan pada masing-masing daerah juga sangat beragam mulai yang sederhana sampai peralatan yang lengkap .

jenis-jenis ukiran adalah ukiran tembus, ukiran rendah, ukiran tinggi, ukiran tenggelam,dan ukiran utuh

a.ukiran tembus

b. ukiran rendah

c. ukiran tinggi

d. ukiran tenggelam

e. ukiran utuh

nama motif tradisional biasanya disesuaikan dengan asal daerah atau kerajaan yang berkuasa saat itu . berikut merupakan motif ukiran dengan ciri-cirinya .

a. motif semarangan

ciri khas motif semarangan antara lain sebagai berikut .

– memiliki daun pokok relung dengan bentuk ukiran daun campuran cembung dan cekung .

– merupakan hasil gubahan dari tumbuh-tumbuhan yang menjalar .

– banyak digunakan sebagai penghias perabot rumah tangga . misalnya : kursi panjang,daun pintu yang memakai bahan dari kayu .

b. motif jepara

ciri khas motif jepara antara lain seperti berikut ini ,

– daun pokok motif ini merupakan relung .

– ukiran daun motif jepara berbentuk miring .

– motif jepara bersifat fleksibel sehingga dapat dipakai atau diaplikasikan untuk benda interior maupun eksterior .

c. motif yogyakarta

ciri khas motif yogyakarta antara lain sebagai berikut .

– bentuk daun pokok merelung – relung lemah gemulai dengan ukiran daun cekung dan cembung.

– unsur-unsur hiasan pokoknya mirip dengan bentuk mahkota yang terjadi secara alami merupakan gubahan dari tumbuh-tumbuhan

– motif yogyakarta ini terkenal dengan ukiran perak yogyakarta .

d. motif kalimatan ( suku dayak )

ciri khas motif kalimantan .

– daun pokok merupakan motif tumbuh – tumbuhan berduri .

– biasanya digunakan sebagai hiasan perisai panjang .

e.motif batak toba

ciri khas motif batak toba

– merupakan stilasi dari rumput liar dengan tambahan motif geometris .

bahan baku dari kayu dan banyak dipergunakan untuk menghias dingding rumah .

3. seni kerajinan batik

seni membatik adalah seni lukis dengan menggunakan alat canting . canting ini dibuat dengan bahan tembaga , berbentuk mangkuk bercorot yang ukurannya bermacam-macam.

pemakaian canting bergantung pada halus dan kasarnya garis atau titik yang dibuat , jumlah corot canting bisa satu ,dua,sampai tujuh buah .

a. material batik

b ragam hias batik

c. ciri khas dalam seni batik

1) batik surakarta

2) batik yogyakarta

3) batik jawa barat

4) batik jawa timur

5) batik bengkulu

Bagi sekelompok orang yang memandang sesuatu secara holistik mungkin tidak akan tertarik pada pembahasan tentang unsur, oleh karena unsur merupakan bagian terkecil dari sesuatu yang membentuk kesatuan sistem. Bagi kelompok ini akan lebih tertarik pada prinsip-prinsipnya, apakah  karya seni rupa itu  secara keseluruhan enak di lihat atau tidak. Namun bagi kelompok atau orang yang berfikiran prakmatis, formal, atau struktural akan mengatakan enak tidaknya suatu karya Seni Rupa itu dinikmati adalah adanya unsur-unsur yang membentuknya.

Untuk kepentingan analisis atau kritik seni pembahasan unsur Seni Rupa atau lebih lazim disebut sebagai Unsur Rupa atau Unsur Desain memang perlu dilakukan beberapa sumber, terkadang menyebut unsur rupa berbeda, akan tetapi dapat ditarik kesimpulan pada dasarnya unsur rupa adalah Garis, Raut, Warna, Tekstur, Ruang dan Gelap Terang.

A. GARIS

Garis merupakan unsur yang paling elementer di bidang Seni Rupa. Dengan hanya meletakkan posisi mata pensil di atas kertas dan selanjutnya digerakkan, maka jejak mata pensil itu akan menghasilkan garis. Oleh karenanya ada yang menyatakan bahwa garis adalah hubungan dua buah titik atau jejak titik-titik yang bersambungan atau berdempetan. Oleh karena itu garis dapat muncul secara rapi atau dapat juga muncul bergigi,  bintik-bintik dan sebagainya, arah garis dapat menimbulkan garis lurus, garis lengkung, garis zig-zag. dan garis dapat berposisi tegak, datar, dan melintang.

B. RAUT 

Raut adalah tampang, potongan, bentuk suatu objek. Raut dapat terbentuk dari unsur garis yang melingkup dengan keluasan tertentu sehingga membentuk bidang. Raut juga berarti perwujudan atau perawakan dari suatu objek, dalam hal ini raut berarti bangun, atau dalam pengertian lain raut sering dipahami atau dikenal sebagai bentuk atau bidang. Penampilan raut dapat berujud sebagai (1) Raut Geometris, seperti segi tiga, segi empat, lingkaran. (2) Raut Organik atau Biomorfis seperti raut yang terbentuk dari lengkungan-lengkungan bebas. (3) Raut Bersudut berarti raut yang terbentuk dengan banyak sudut atau berkontur garis zig-zag. (4) Raut Tak Beraturan, adalah jenis raut yang terbentuk secara kebetulan seperti tumpahan cat atau semburan cat dan sebagainya.

C. WARNA

Warna merupakan unsur rupa yang memberikan nusansa bagi terciptanya karya seni, dengan warna dapat ditampilkan karya seni rupa yang menarik dan menyenangkan. Melalui berbagai kajian dan eksperimen, jenis warna diklasifikasi ke dalam jenis Warna Primer, Warna Sekunder, Warna Tersier.

Warna Primer adalah warna yang tidak diperoleh dari pencampuran warna lain, warna pokok atau dengan kata lain warna yang terbebas dari unsur warna-warna lain. seperti ( merah, kuning, biru ).

Warna Sekunder adalah merupakan pencampuran dari dua warna Primer. misalnya warna biru campur warna kuning jadi warna hijau, warna biru campur warna merah jadi warna ungu atau violet, warna merah campur warna kuning jadi warna orange.

Warna Tersier Adalah pencampuran dari dua warna sekunder.

D. TEKSTURE

Tekstur adalah sifat atau kualitas nilai raba dari suatu permukaan, oleh karena itu tekstur bisa halus, licin, kasar, berkerut, dan sebagainya. Dalam tekstur visual boleh jadi kesan yang di tangkap oleh mata itu kasar akan tetapi sesungguhnya halus atau sebaliknya. Kita dapat menentukan halus kasarnya suatu permukaan juga dapat merasakan kualitas permukaan antara kertas, kain, kaca, batu, kayu. Sedangkan pada tektur semu kesan yang di tangkap oleh mata tidak sama dengan kesan yang di tangkap oleh perabaan.

E. RUANG

Dalam bidang seni rupa, unsur ruang adalah unsur yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman, cekungan, jauh dan dekat. Dua bidang yang sama jenisnya misalnya lingkaran, akan memberikan kesan yang berbeda jika ukuran ke dua lingkaran itu berbeda. Lingkaran besar akan memberi kesan luas sedangkan lingkaran kecil akan memberi kesan sempit. Jika ke dua lingkaran itu berimpit akan memberi kesan dekat akan tetapi jika diatur berjarak akan memberi kesan ruang yang jauh.

F. GELAP TERANG

Gelap terang berkaitan dengan cahaya, artinya bidang gelap berarti tidak kena cahaya dan yang terang adalah yang kena cahaya. Goresan pensil yang keras dan tebal akan memberi kesan gelap sementara goresan pensil yang ringan-ringan akan memberi kesan lebih terang. Gelap terang dalam gambar dapat dicapai melalui teknik arsir yaitu teknik mengatur jarak atau tingkat kerapatan suatu garis atau titik, semakin rapat akan menghasilkan kesan semakin gelap demikian sebaliknya.

senirupa

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.

Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.

Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.

Bidang seni rupa
Seni rupa murni
Patung Pieta oleh Michaelangelo

* Seni lukis
* Seni grafis
* Seni patung
* Seni instalasi
* Seni pertunjukan
* Seni keramik
* Seni film
* Seni koreografi
* Seni fotografi

Desain

* Arsitektur
* Desain grafis
* Desain komunikasi visual
* Desain interior
* Desain busana
* Desain produk

Kriya
Kursi rotan sebagai hasil karya kriya

* Kriya tekstil
* Kriya kayu
* Kriya keramik
* Kriya rotan

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.